Senin, 17 Juni 2013

WASPADA TERHADAP PENYAKIT ZOONOSIS


KEWASPADAAN ANCAMAN ZOONOSIS
Setiap orang atau instansi perusahaan yang akan  membawa media berupa hewan, bahan-bahan asal hewan ataupun tumbuhan baik untuk tujuan bisnis maupun tujuan sekedar tentengan, maka wajib dilaporkan kepada petugas karantina Pertanian untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan memastikan bahwa hewan atau tumbuhan tersebut tidak terinfeksi dari virus atau penyakit yang berbahaya. Tidak hanya hewan atau tumbuhan tetapi bisa bahan asal hewan pangan seperti daging, telur,susu dan hasil bahan asal hewan non pangan seperti pakan ternak yang berasal dari barang ekspor ataupun impor yang bertujuan untuk kegiatan perdaganganpun harus tetap dikarantina karena saat ini banyak masalah yang timbul akibat lalulintas masuk dan keluarnya hewan dan bahan asal hewan serta tumbuhan kesuatu negara. Contoh penyakit berbahaya yang ditularkan oleh hewan kepada manusia adalah sapi gila, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Antrhax, Rabies, flu burung , flu babi dan sebagainya.
Berdasarkan agen penyebabnya zoonosis dapat
dibedakan atas :
1 . Zoonosis yang disebabkan oleh bakteri, misalnyaantraks, brucellosis, leptospirosis, tuberkulosis, listeriosis dan salmonelosis,
2. Zoonosis yang disebabkan oleh virus, misalnya rabies, Japanese encephalitis, nipah dan Avian influenza,
3. Zoonosis yang disebabkan oleh parasit misalnya toxoplasmosis, taeniasis dan scabies,
4. Zoonosis yang disebabkan oleh jamur misalnya ringworm,
5. Zoonosis disebabkan oleh penyebab lainnya, misalnya BSE, yang disebabkan oleh prion yaitu suatu molekul protein tanpa asam inti, baik DNA maupun RNA.
Belum lama ini seperti di beritakan media masa baik elektronik maupun surat kabar di Meksiko sedang marak mewabahnya kasus flu burung, China sedang mewabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang manusia, dan kejadian terbaru serangan virus Ebola di Uganda yang telah mengakibatkan kematian di negara tersebut.

1.       Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di China Seperti yang diberitakan AFP/ANTARA Menurut Departemen Kesehatan China, lebih dari 460.000 orang terinfeksi oleh penyakit tersebut pada Mei, yang menyebabkan 132 kematian, Penyebaran dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh suhu yang tinggi, departemen kesehatan di banyak propinsi dan wilayah China, termasuk Gansu, Fujian, Jiangsu dan Xinjiang telah mengeluarkan peringatan atas wabah penyakit tersebut, kata media pemerintah setempat.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. Orang dewasa umumnya lebih kebal, walau bisa juga terkena. Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (“carrier”) seperti lalat dan kecoa.

Masa inkubasi 2 -5 hari.
Gejala pada Hewan (sapi) tersebut antara lain :
- Hewan nampak menjadi pincang, dengan disertai radang pada daerah kaki bagian atas, bengkak, kemudian terjadi abses kecil.
-  Adanya keretakan pada kulit diantara kuku dan berbau sangat busuk.
-  Hewan menjadi tidak mau makan disertai kondisi badannya yang terus menurun, diare dan pada
 - Beberapa kasus penyakit mulut dan kuku di lapangan ada sapi yang ditemukan tidak dapat berdiri.

Gejala pada Manusia tersebut antara lain :

- Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C.
- Demam tidak turun-turun
- Takikardia (nadi menjadi cepat)
- Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak
- Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi.
- Letargi, lemas, dan mengantuk terus
- Nyeri pada leher, lengan, dan kaki.
- Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial
- Keringat dingin
- Fotofobia (tidak tahan melihat sinar)
- Ketegangan pada daerah perut
- Halusinasi atau gangguan kesadaran

2.       Wabah flu burung
Detik News, Sekitar 2,5 juta ekor unggas telah dimusnahkan di berbagai peternakan unggas di Meksiko barat dalam tiga pekan terakhir. Ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan wabah flu burung yang tengah melanda negeri itu.

Virus flu burung yang tengah mewabah di Meksiko saat ini adalah H7N3. Virus flu burung tipe ini dalam beberapa kasus telah menyebabkan penyakit pada manusia di sejumlah negara di dunia.
Dari 3.4 juta unggas yang terkena, jumlah unggas yang telah dikorbankan sebagai langkah pengendalian dan pemberantasan adalah 2,5 juta," demikian pernyataan Kementerian Pertanian Meksiko.

Wabah ini pertama kali terdeteksi pada 20 Juni lalu di negara bagian Jalisco. Pemerintah Meksiko mengumumkan darurat kesehatan hewan nasional pada 2 Juli lalu di tengah epidemi flu burung yang agresif.
Masa inkubasi virus adalah 1-7 hari dimana setelah itu muncul gejala-gejala seseorang terkena flu burung adalah dengan menunjukkan ciri-ciri berikut :
-          Menderita ISPA 
-          Timbulnya demam tinggi (> 38 derajat Celcius)
-          Sakit tenggorokan yang tiba-tiba
-          Batuk, mengeluarkan ingus, nyeri otot
-          Sakit kepala
-          Lemas mendadak
-          Timbulnya radang paru-paru (pneumonia) yang bila tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menyebabkan kematian
Untuk mengenali unggas yang terinfeksi flu burung, anda dapat mengenali dari gejala klinis yang ditemukan pada unggas tersebut yaitu :
-          Jengger dan pial yang bengkak dan berwarna kebiruan;
-          Pendarahan yang rata pada kaki unggas berupa bintik-bintik merah (ptekhi) biasa disebut dengan kaki kerokan;
-          Adanya cairan di mata dan hidung serta timbul gangguan pernafasan;
-          Keluarnya cairan jernih hingga kental dari rongga mulut;
-          Timbulnya diare berlebih;
-          Cangkang telur lembek;
-          Tingkat Kematian yang tinggi mendekati 100% dalam 2 hari hingga 1 minggu.
3.       Wabah Virus Ebola
REPUBLIKA.CO.ID, Virus yang sangat mudah menular ini telah menewaskan paling sedikit 14 orang di Uganda Barat. Pihak berwenang menyatakan paling sedikit 20 kasus ditemukan di distrik Kibaale. Ini adalah wabah ke-empat  Ebola di Uganda dalam beberapa tahun tahun belakangan. Wabah terhebat yang terjadi pada tahun 2000 menewaskan hampir 200 orang.
Virus Ebola sangat menular dengan ciri-ciri gejala demam, muntah, diare, sakit umum atau malaise dan dalam banyak kasus penderita bisa mengalami perdarahan internal dan eksternal.
Tingkat mortalitas demam Ebola sangat tinggi, dengan tingkat fatalitas kasus yang menjangkiti manusia mulai dari 50 persen menjadi 89 persen, tergantung pada subtipe virus.

Cara penularannya:
1.  Penularan terjadi dari binatang (primata) yang telah terinfeksi Virus Ebola ke tubuh manusia.
2. Kemudian dari manusia yang terinfeksi ini, virus dapat ditularkan ke dalam beberapa cara, misalnya ditularkan dengan cara kontak langsung dengan jarum suntik, keringat, organ tubuh serta cairan tubuh lainnya dari manusia yang telah terinfeksi Virus Ebola.
3. Penularan yang terjadi di Rumah Sakit pun dapat terjadi bila pasien serta tenaga medis tidak menggunakan masker atau sarung tangan.
 Adapun masa inkubasinya adalah 2 - 21 hari.
Gejala bila menderita infeksi penyakit yang disebabkan oleh Virus Ebola:
1. Demam mendadak
2. Tubuh melemah
3. Otot sakit
4. Sakit kepala serta sakit tenggorokan
5. Sering muntah, diare, ruam, ginjal serta fungsi lever terganggu
6. Muncul pendarahan dalam serta luar

Dalam pelaksanaan  tugas dan  fungsi pencegahan serta penolakan masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina berdasarkan Pada Undang-undang Reublik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan Dan Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Karantina Tumbuhan, maka Karantina Hewan melakukan pengawasan lalulintas
perdagangan hewan dan produknya sesuai dengan aturan dan ketentuan-ketentuan tersebut diatas. Kebijakan Karantina Hewan dalam hal ini adalah :

1.Mempertahankan status bebasnya Indonesia dari beberapa penyakit hewan menular utama (major epizootic disease) dari kemungkinan masuk dan tersebarnya agen penyakit dari luar negeri.
2.Melakukan pengawasan dan pemeriksaan lalu lintas hewan dan produknya dengan menerapkan CIA (Controlling, Inpection and Approval) yaitu pengendalian, pemeriksaan dan persetujuan untuk melindungi sumber daya alam hayati fauna dari ancaman penyakit hewan berbahaya lainnya serta penyakit eksotik.
3.Melakukan Minimum Disease Program yaitu program untuk meminimalkan kasus penyakit hewan di suatu wilayah/daerah tertentu di Indonesia melalui sistem pengendalian dan pengawasan lalu lintas hewan dan produknya antar wilayah /antar pulau sehingga dapat mencegah dan menangkal penyebarannya.
4.Mewujudkan pelayanan karantina hewan yang moderen, mandiri dan professional.
      Dalam menjalankan kebijakan karantina hewan oleh petugas karantina hewan  memastikan dan meyakinkan bahwa media pembawa tersebut tidak menularkan hama penyakit hewan karantina, dan tidak lagi membahayakan kesehatan manusia sehingga tidak menggangu ketenteraman batin masyarakat Indonesia pada khususnya, mengangkat harkat dan martabat hidup masyarakat melalui kecukupan pangan yang bermutu dan bergizi, serta ikut menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Dengan mendukung Indonesia bebas dari penyakit yang ditimbulkan oleh hewan (zoonosis) kita ikut mendukung gerakan “One World One Heatlh”

Drh. Angga insan Perdana (Calon Medik Veteriner Pertama)
Dede Anwar, A.Md (Paramedik Veteriner) Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi

Selasa, 12 April 2011

HIDROPONIK BERCOCOK TANAM TANPA TANAH

Percayakah anda

Cara Menanam Kangkung Hidroponik
Kangkung merupakan tanaman air, walau begitu kita dapat menanamnya di lahan kering seperti dihalaman rumah atau juga secara hidroponik. Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. Kangkung merupakan sejenis tumbuhan dan termasuk jenis sayur-sayuran serta di tanam sebagai makanan. Kangkung dapat dengan mudah didapat dipasar-pasar. Kangkung banyak dijumpai di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang bisa dijumpai hampir diseluruh kawasan terutama di kawasan berair.

Berikut ini adalah cara menanam kangkung hidroponik, menanam kangkung dengan cara hidroponik ini dapat anda lakukan di halaman rumah anda dan juga tidak memerlukan tanah yang luas.
Bahan dan alat menanam kangkung hidroponik :
  • Bibit kangkung
  • Sekam atau pasir
  • Baskom atau pot 2 buah ( 1 pendek dan 1 tinggi )
  • Cutter untuk memotong styrofoam
  • Pinset untuk mengambil bibit kangkung
  • Air
  • Styrofoam

Cara pembibitan kangkung untuk hidroponik :
Siapkan satu buah baskom atau pot sebagai media tanam bibit. gunakan yang pendek
Media tanam yang digunakan adalah sekam, biarkan sekam dalam keadaan basah dan tidak perlu dicuci. Bila anda ingin menggunakan pasir sebagai media tanam, maka pasir tersebut mesti dicuci terlebih dahulu seperti beras.
Buatlah baris baris pada sekam, beri jarak 2 cm dengan ukuran 1 cm.
Tebarkan biji kangkung kedalam baris baris pada sekam, jangan sampai bertumpuk tumpuk. Tutup kembali biji dengan sekam hingga semua biji tertutup dan tidak terlihat.
Setelah 3 hari, jemur media tanam dibawah sinar matahari. Tanaman kangkung akan mulai terlihat dalam waktu 5 hari.

Cara menanam kangkung hidroponik :
Siapkan satu buah baskom atau pot sebagai media tanam kangkung. Gunakan yang tinggi.
Isikan baskom atau pot dengan air, jangan sempai penuh. pH air yang digunakan harus netral, gunakanlah air sumur jangan air pam.
Ambil styrofoam, potonglah sesuai ukuran baskom atau pot yang di gunakan. buatlah lubang di styrofoam masing masing dengan ukuran diameter 1 cm untuk tempat menanam kangkung.
Letakan styrofoam diatas air dalam baskom atau pot
Ambil bibit kangkung yang sudah berusia 5 hari dengan menggunakan pinset. cuci terlebih dahulu akar kangkung dalam air dengan menggoyangkan secara perlahan akar dalam air. Masukan kedalam lubang styrofoam yang telah disediakan dalam baskom.
Jangan lupa selalu periksa ketersediaan air didalam baskom atau pot dan pastikan juga terbebas dari hama tanaman.
Kangkung dapat di panen dalam waktu 25 hingga 30 hari sejak ditanam di media tanam kangkung
Anda dapat menyiapkan media tanam sesuai dengan yang anda inginkan, untuk media pembibitan cukup satu baskom atau pot saja.
Kangkung yang di hasilkan dapat anda jual sebagai usaha rumahan maupun anda sajikan pada keluarga tercinta sebagai sumber gizi.

TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK TANAMAN SAYURAN DAUN SISTEM AEROPONIK 
oleh : IR Eti Rostika MP
 A.    Persiapan
  •  Persiapan bangunan screen house,  screen house bisa terbuat dari rangka besi, kayu atau bambu, dengan beratapkan plastik UV dan berdindingkan kain kasa (paranet) yang lapisan bawahnya ditutup dengn menggunakan plastik UV atau fiber glass, sedangkan kontruksinya disesuaikan dengan ketinggian tempat.
  •  Persiaan bak penanaman, yaitu bak bisa terbuat dari plastik hitam dengan rangka dari bambu, dan terbuat dari fiber sedangkan penutupnya menggunakan stryrofoam diletakan
Pemilihan bak seperti diatas tadi dikarenakan ringan, kuat, bentuknya tidak berubah dan tidak bereaksi dengan larutan nutrisi.
Bak dalam sistem Aeroponik memiliki fungsi penting, antara lain :
  •  Sebagian penangkap sisa larutan nutrisi yang dialirkan atau disemprotkan di daerah perakaran tanaman, sisa larutan yang tidak di serap oleh akar tanaman akan kembali ke tangki nutrisi sebagai satu siklus tertutup.
  • Sebagai penyangga Styrofoam dan tanaman di atasnya yang cukup berat, terutama pada saat tanaman mendekati waktu panen.
  • Sebagai isolasi perakaran tanaman dengan lingkungan dimana suhu di dalam bak fiber lebih rendah dari pada suhu di luar bak fiber sehingga optimal bagi pertumbuhan akar dan proses penyemprotan larutan nutrisi.
  • Ukuran bak yang digunakan dalam sistem aeroponik adalah 1 x 4 x 0,5 cm.
  •  Bak tanaman di buat gelap dan ketinggian dengan tinggi 40 – 60 cm dari permukaan tanah.  Ujung dinding baik tanaman aeroponik di lubangi untuk jalur pipa distribusi PE 13/16 yang letak dibawah permukaan Styrofoam.  Di atas pipa PE di pasang nozzle/ jet spray JSF 12 Full cercle , kapasitas 50 liter/jam, tekanan 1,5 bar dengan jarak antar nozzle/jet spray 75 cm.  Untuk panjang bak tanaman 4 cm, di pasang 5.  Pada dasarnya bak di buat lubang drainase untuk sirkulasi larutan nutrisi kembali ke tangki larutan.
  •  Pompa tekanan mengisap larutan nutrisi dari tangki larutan kemudian ke disct filter, lalu dialirkan melalui pipa utama ke pipa didistribusikan ke dalam bak tanaman sehingga nozzle/jet spray menghasilkan semprotan nutrisi yang lembut.  Pompa yang digunakan dengan kekuatan 125 watt untuk 4 bak tanaman


B. Penyemaian benih
    1.  Pemilihan benih tanam
        Dalam pemilihan benih tanaman ini yang akan di budidayakan harus disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman tersebut, seperti suhu udara, kelembaban, cuaca serta ketinggian lokasi budidaya dari permukaan laut.  Dan umur tanaman yang dibudidayakan memiliki umur pendek, dapat di tanam dalam pot intensif dan memiliki produktivitas tinggi.  Semakin pendek umur tanaman, maka mempercepat proses pemanenan.
    2. Media Tanam
       Pada proses penyemaian, di pilih media tanam rockwool berupa serat padat yang mudah di potong-potong dan membentuk sesuai dengan kebutuhan.  Media rockwool sebagai media tanam karena memiliki berupa keunggulan, antaranya poros dan dapat menyimpan air dengan baik, sehingga tanaman tidak mengalami kekeringan terutama saat tanaman masih kecil
. 
    3.  Persiapan media semai dan benih
      Media semai berupa rockwool yang telah dipotong-potong menggunakan pisau dengan ukuran 1x 1,5 x 1,5 cm, kemudia rockwool yang telah di potong-potong di susun ke dalam tray semai.
Benih yang akan di semai di rendam menggunakan air ± 30 menit, benih yang terapung langsung dipisahkan dan di pilih benih yang yang bernas, tidak busuk dan tidak berjamur untuk di semai.
    4.  Proses penyemaian
        Penyemaian tanaman pakcoy , sawi, lettuce dilakukan dengan memasukkan benih yang telah di rendam selama ± 30 menit dan di pilih yang layak di semai.  Proses penyemaian dilakukan dengan memasukkan benih tanaman satu persatu kedalam potongan rockwool menggunakan pinset.  Dalam tray semai, potongan rockwool dapat di masukan satu atau dua benih tanaman yang di sesuaikan dengan kebutuhan dan jenis tanaman.  Tray semai telah selesai di semai ke mudian di basahi dengan air hingga jenuh, tray di masukan kedalam ruang gelap 2 – 3 hari, bertujuan agar proses perkecambahan tanaman dapat berlangsung dengan optimal.  Setelah dari ruangan gelap, benih telah berkecambah di masukan ke dalam screen house  selama 12 hari di dalam screen house , telah itudi tanam dalam Styrofoam yang telah di siapkan screen house  produksi

§    Proses penyemaian kangkung dengan menggunakan arang sekam, benih yang akan di semai di rendam dulu selama ± 30 menit.  Arang sekam yang akan digunakan terlebih dahulu di cuci agar kotoran yang ada  di dalamnya hilang, setelah pencucian maka arang sekam di masukan ke dalam bak semai dengan ketinggian 5 cm, kemudian buat larikan dengan jarak 5 cm serta ke dalaman 2 cm, benih yang telah di rendam langsung di tanam di antara larikan, selanjutnya benih kangkung di tutup dengan arang sekam dan di tutup dengan plastik hitam perak, kamudian di tempatkan yang teduh selama 5 hari, setelah 5 hari di buka benih kangkung udah tumbuh biarkan selama 12 hari di persemaian.  Selama di persemaian di siram dengan larutan nutrisi  ½ dosis  di lakukan penyiraman (pagi, siang dan sore) 3 kali sehari
C. Proses produksi
  •  Media tanam yang digunakan yaitu Styrofoam
Sebagai temapat tanaman ber-rockwool di tanam.  Styrofoam di pilih karena ringan, mudah dibersihkan dan warna putih dapat memantulkan cahaya matahari sehingga membantu pada proses fotosintesis.  Pemasangan Styrofoam harus tetap di atas bak tanam dapat membantu kemampuan Styrofoam dalam menahan berat tanaman di waktu mencapai masa panen.
  • Larutan nutrisi/ pupuk
Pada budidaya tanaman dengan sistem aeroponik, pemberian larutan nutrisi dilakukan persamaan dengan pemberian air.  Air yang digunakan harus memenuhi standar tertentu agar kandungan garam dalam air rendah dengan Ph antara 6,5 – 7,0. 
Bahan kimia yang di perlukan pada pembuatan larutan nutrisi dapat di lihat pada  Tabel 1.

Bahan Kimia                                                                   Rumus Kimia      
LARUTAN  A
1.    Kalsium Nitrat                                                         Ca(NO3)2 4H2O
2.    Besi EDTA                                                               Fe EDTA     
LARUTAN B
Kalium Dihidrogen Fosfat                                               KH2PO4
Kalium Nitrat                                                                   KNO3
Magnesium Sulfat                                                          Mg SO4 7 H2O
Mangan Sulfat                                                                Mn SO4 7 H2O
Asam Borat                                                                    H3 BO3
Tembaga Sulfat                                                              Cu SO4 5 H2O
Amonium Molibdat                                                         (NH4) 6 MO7 O24. 4H2O
Zinc Sulfat                                                                     Zn SO4. 7 H2O
Cara membuat stok A larutan Nutrisi
1)    Tong/drum A  di isi air sebanyak 90 liter, kemudian masukan Kalsium Nitrat dan Besi EDTA di aduk hingga larut.
2)    Tong/drum B  di isi air sebanyak 90 liter, kemudian masukan Kalium Nitrat, Magnesium Sulfat, Kalium Dihidrogen Fosfat, Mangan Sulfat, Asam Borat, Zinc Sulfat, Tembaga Sulfat, Amonium Molibdat dan kesemuanya di aduk sampai larut.
Dalam konsentrasi yang pekat, baik larutan A dan B tidak baleh larutan nutrisi disatukan dalam wadah bersamaan harus di pisahkan , dikarenakan antara larutan A dan B akan terjadi bereaksi atau mengendap sehingga tidak dapat di serap oleh akar tanaman, maka pertumbuhan tanaman tidak normal.
Dosis dari masing-masing larutan A dan B di ambil satu liter dan di tambahkan air sebanyak 200 liter (2 : 1), kemudian larutan tersebut siap untuk di siramkan pada tanaman.
  •  Proses penanaman
Sebelum proses penanaman, bak-bak penanaman harus di bersihkan dari lumut atau dari kotoran lainnya.  Untuk proses penanaman dengan sistem aeroponik, harus di periksa juga keadaan nozzle/jet spray yang telah di pasang dan di pastikan tidak tersumbat.  Penyumbatan nozzle/jet spray dapat menurunkan intensitas penyemprotan larutan nutrisi ke daerah perakaran tanaman.

Bibit tanaman yang telah siap tanam diambil kemudian di masukan pada lubang tanam dalam Styrofoam dengan keadaan di dalam lubang tidak terlalu dalam maupun dangkal.  Pada saat proses penanaman berlangsung, dilakukan sortasi langsung terhadap bibit yang akan di tanam.  Proses penanaman dilakukan pada pagi hari yaitu 0.7.00 s/d 09.30 WIB dan pada sore hari 15.00 s/d 16.00 WIB.
  •  Pemeliharaan dan perawatan
Setelah proses penanaman selesai dilakukan, proses pemberian nutrisi segera dilakukan.  Dalam pemberian nutrisi, dilakukan dengan cara penyemprotan untuk sistem aeroponik.  Konsentrasi larutan nutrisi yang di berikan kepada tanaman secara bertahap dinaikkan hingga proses pemanenannya.  Kontrol nozzle/jet spray dan filter pompa dilakukan setiap 1 jam sekali, control ini berguna untuk mencegah berkurang tekanan pompa yang disebabkan oleh tersumbatnya nozzle/jet spray serta filter yang berpengaruh langsung secara langsung pada kekuatan semprot pompa.  Lemahnya semprotan pompa  mengakibatkan tidak sampainya larutan nutrisi pada daerah perakaran tanaman.
  • Proses pemanenan
Proses pemanenan dilakukan pada pagi hari ( 0.6 s/d 0.9.30) dan pada sore hari (15.30 s/d 16.30 ).  Pemilihan waktu panen ini dilakukan agar hasil panen tidak mengalami fluktuasi suhu yang berarti, fluktuasi suhu yang besar dapat menurunkan (kadar air dan kualitas panen yang dratis).  Hasil panen yang di tata dalam container, di isi 80 % volume dari kapasitas container tanpa di padatkan.  Kontainer yang berisi hasil panen diusahakan ke dalam ruang pendingin dengan suhu ± 18ÂșC.
Panen baik untuk pakcoy, sawi, lettu maupun kangkung yaitu umur   ± 28 hari sejak dari penanaman.
  • Proses pengemasan / packing
Dilakukan perompesan terhadap hasil panen, yang bertujuan untuk membersihkan sayuran dari daun tua ataupun daun yang patah sekaligus sebagai standarisasi.  Setelah dilakukan perompesan sayuran yang siap kemas di timbang sesuai dengan standar pengemasan.  Akar sayuran dari hasil panen tidak di rompes, namun dikut sertakan dalam plastik pengemasan.  Standar pengemasan produk dengan berat 250 gr / kemasan di timbang dengan berat 260 – 270 gr / kemasan, standar berat produk kemasan digunakan untuk mencegah penyusutan berat tanaman karena penguapan.
Setelah di timbang, sayuran dimasukan ke dalam plastik kemasan secara hati-hati.  Untuk tanaman selada keriting di kemas dengan menggunakan plastik backet.  Sedangkan untuk tanaman pakcoy, sawi, dan kangkung di kemas dengan menggunakan plastik silt.
DAFTAR PUSTAKA
1.    Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura, Direktorat  Perlindungan Hotikultura, 2002, Pedoman Pengembangan Usahatani Tanaman   Sayuran Aman Konsumsi, Budidaya Tanaman Kentang Aman Konsumsi.
2.    Onny Untung. 2004 Hidroponik Sayuran Sistem NFT (Nutrient Film Technique) Penebar Swadaya, Bogor.
3.    Yos Sutioso. 2002 Meramu Pupuk Hidroponik Tanaman Buah, Ttanaman Sayuran, Tanaman Hias.  Penebar Swadaya Bogor