Bisa karena Terbiasa, kata-kata tersebut lajim kita dengar, ya tentu kita bisa lihat seorang atlet angkat besi ketika ia terbiasa latihan dengan menggangkat besi maka ia bisa mengangkat besi yang beratnya mencapai Ratusan Kilogram, ya hal tersebut bisa dilakukan karena terbias berlatih...
Kebiasaan merupakan anugrah yang diciptakan sang maha pencipta ( Alloh SWT), ya matahari, bulan Bumi berputar mengorbit sesuai jalur kebiasaannya sesuai dari aturan yang telah Tuhan Ciptakan, begitu juga mahluk-mahluk ciptaannya mempunyai kebiasaan sesuai aturannya Allloh namun demikian masih terdapatnya kebiasaan-kebiasaaan negatif yang sering timbul merupakan perilaku yang berlawanan dengan aturan alloh, SWT..
Dan Dialah (Alloh)yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhan maka Kami jadikan tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau buah yang banyak; ...Perhatikanlah di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda2 (Kebesaran Alloh) bagi orang2 yang beriman. Surah Al-an'am :99
Jumat, 03 Januari 2014
Kamis, 12 Desember 2013
PERAN SOSOK PETANI
Peranan petani tentunya kita ingat dengan nasi yang sehari-hari kita makan... ya nasi merupakan hasil jerih payah petani yang menggarap sawah tanpa lelah menghasilkan padi menjadi beras dan diolah menjadi nasi... tentunya kalau kita resapi begitu pentingnya petani ini diperhatikan mulai dari kesejahteraannya sampai kesehatanyya, ya minimal kita menghargai mereka dengan menaruh rasa hormat dan bangga.
Realita sekarang Sosok Petani identik atau merupakan gambaran seseorang yang bergelimang dengan kehidupan apa adanya, pekerjaan kotor dan karakteristik yang ga enak... tapi dibalik itu tadi sosok petani adalah seorang yang punya peran yang penting untuk kelangsungan hidup setiap manusia dimuka bumi ini maka :
Cintialah mereka para petani
Sapa Mereka jika Bertemu
karena tanpa mereka mau makan apa kita..
wahai bapak dan ibu para petani
kami bangga dengan mu
kami rindu senyumanmu
engkau tidak meras lelah
tidak pula engkau menyerah dan mengeluh
engkau sosok yang tangguh
enggkau sosok yang sabar dan teguh
ku ingin memelukmu dan rindu terhadapmu
mendambakan canda tawamu
ya, sosok yang sederhana
tidak tampak tersirat sedikitpun wajahmu lelah
itulah kesanku terhadap mu
memberikan hasil yang terbaik bagi bangsa tercinta ini
petani tidak pernah menuntut pamrih
ia tetap mengolah dan mencangkul
dengan sabar mengurus tanamannya
menunggunya dan merawatnya sampai panen saatnya tiba
Masihkah Kita tidak peduli sama mereka
Ternyata Mulia sekali Para petani sehingga Nabi Muhammad menggambarkan sebagai berikut :
Apabila mereka (petani) itu muslim maka mereka akan mendapat pahala selama pohon tersebut berproduksi bahkan sampai hari kiamat sebagaimana hadits:
فَلاَ
يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَ لاَ
دَابَّةٌ وَ لاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan
manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah
baginya sampai hari kiamat.” (HR. Imam Muslim hadits no.1552(10))Selasa, 29 Oktober 2013
IKAN NILA YANG BER NILA_ I_ EKONOMI TINGGI
Seiring meningkatnya jumlah populasi manusia yang semakin tinggi maka kebutuhan akan sumber protein semakin tinggi hal tersebut menuntut ketersediaaan pangan yang bergizi yang salah satunya ikan nila sebagai sumber protein yang bergizi. Ikan Nila selain bergizi juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi jika diusahakan secara intensif dan nilai seni berupa keindahan ... bisa dijadikan tempat rekreasi ataupun bisnis kolam pemancingan.
Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan masyarakat biasa sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hobi dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan bermanfaat meningkatkan kecerdasan.
Cara budidaya ikan Nila super tidaklah sulit &cukup gampang, keuntunganyapun menjanjikan sangat besar kebanyakan orang mengalami kegagalan di karenakan:
1. Tidak di perhatikan setingan/pengaturan tata letak kolam dari mulai saluran pemasukan dan pembuangan air, intensitas cahaya matahari dll
2. Terburu buru karena tergiur akan hasil yang besar tanpa mempertimbangkan resiko usaha seperti bencana alam ataupun terjangkit penyakit
3. Kurang matangnya informasi bagai mana cara budidaya ikan Nila
Kunci sukses budidaya ikan nila adalah SETINGAN KOLAM buat senyaman mungkin air kolam untuk beradaptasi, caranya:
Cara Persiapan Penebaran Benih ikan Nila
Modal:
Total modal keseluruhan Rp.1.490.000 meliputi sebagai berikut :
5400/4 = 1350 kg x harga jual per Kg (Rp 18.000) maka total pendapatan Rp 24.300.000,-
Keuntungan : Pendapatan - Pengeluaran
Rp 24.300.000 - 1.490.000 = Rp 22.810.000,-
Ikan Nila merah super ini paling mudah untuk di budidayakan serta bisa hidup di segala cuaca dan lingkungan lahan gambut dan payau, pemberian pakanpun tidak mengeluarkan modal banyak ,dan harga jualnya pun rumayan mengiyurkan, ikan Nila merah super ini memang lebih cepat panenya di bandigkan nila yang lain, tapi inilah peluang usaha investasi yang nyata dan telah terbukti hasilnya.sistem pemasaranya juga sangat mudah.
Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan masyarakat biasa sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hobi dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan bermanfaat meningkatkan kecerdasan.
Cara budidaya ikan Nila super tidaklah sulit &cukup gampang, keuntunganyapun menjanjikan sangat besar kebanyakan orang mengalami kegagalan di karenakan:
1. Tidak di perhatikan setingan/pengaturan tata letak kolam dari mulai saluran pemasukan dan pembuangan air, intensitas cahaya matahari dll
2. Terburu buru karena tergiur akan hasil yang besar tanpa mempertimbangkan resiko usaha seperti bencana alam ataupun terjangkit penyakit
3. Kurang matangnya informasi bagai mana cara budidaya ikan Nila
Kunci sukses budidaya ikan nila adalah SETINGAN KOLAM buat senyaman mungkin air kolam untuk beradaptasi, caranya:
- Persiapan lahan
- Pemupukan lahan
- Persiapan awal tebar benih ikan Nila merah super
- Penebaran benih
- Keringkan kolam sebelum kolam di isi air
- Taburkan garam grasak untuk membasmi jamur saat penjemuran kolam
- Gemburkan tanah sebelum di isi air bila kolam tanah
- Jemurlah pupuk kandang yang sudah di fermentasi mengunakan cairan gula dan ragi tape
- Setelah pupuk di jemur 2 hari masukan ke dalam karung
- Setelah pupuk di masukan karung lubangi karung mengunakan paku
- Setelah di lubangi barulah pupuk kandang di masukan kolam di beri pemberat batu
- Isi air sampai ketinggian 50cm dan berikan pupuk UREA & SP 36 satu sendok makan kedalam kolam dengan cara ditaburkan merta
- Diamkan air selama 4 hari sebelum di tebar benih
Cara Persiapan Penebaran Benih ikan Nila
- Siapkan ember untuk perendaman benih ikan sebelum di tebar
- Isi air ke dalam ember secukupnya ( usahakn air dari kolam yang akan di tebari benih Guramih )
- Rendamlah benih ikan Nila merah selama 15 menit untuk adaptasi dengan air kolam yang baru
- Masukan benih yang sudah di adaptasikan ke dalam kolam
- Masukan pelan pelan
Data Usaha Budidaya Ikan Nila Merah Super
Kolam ukuran 7 x 10 meter dengan kedalaman air 120 cm dengan air mengalir- Ukuran bibit 3cm sebesar kuku jari tengah sebanyak 6.000 ekor
- Pakan apung merek pf.1000 isi 10kg/sak. harga persak 130 ribu/sak membutuhkan 3 sak
- Pakan apung merek 781-2 isi 30kg/sak.harga 200 ribu/sak membutuhkan 2 sak
- Pakan tambahan alami bisa di berikan limbah rumah tangga, daun pisang,daun singkong, kangkung dan sayur busuk dari pasar
Modal:
| No |
Data Usaha Pembesaran Ikan Nila Merah Super
|
|||
| 1 | Bibit ikan 3 cm |
Rp. 100
|
100 x 6.000
|
Rp. 600.000 |
| 2 | Pakan apung pf.1000 – 3 sak |
Rp.130.000
|
3 sak x 130.000
|
Rp. 390.000 |
| 3 | Pakan apung 781-2 |
Rp. 200.000
|
2 sak x 200.000 | Rp. 400.000 |
| 4 | Obat |
Rp. 50.000
|
Rp. 100.000 + | |
Jumlah modal |
Rp. 1.490.000 | |||
- Benih Nila merah = Rp.600.000
- Pakan pf.1000@ 130.000 x 3 sak = Rp.390.000
- Pakan 781-2 @ 200.000 x 2 sak Rp.400.000
- Obat-obatan Rp.100.000
- Harga konsumsi ikan Nila merah di jambi Rp.18.000 sampai dengan 20.000 di tingkat petani
- Prakiraan hasil penghitungan umum selama 7 bulan,panen 1 kg isi 4 ekor .
- jadi 6.000 ekor ikan Nila merah super di bagi 4 ekor = 1500 kg dikalikan harga konsumsi Rp.18.000/kg = Rp.27.000.000
- Pendapatan jual = Rp.27.000.000 di kurangi modal Rp.1.490.000
- Keuntungan = Rp.25.510.000,-
5400/4 = 1350 kg x harga jual per Kg (Rp 18.000) maka total pendapatan Rp 24.300.000,-
Keuntungan : Pendapatan - Pengeluaran
Rp 24.300.000 - 1.490.000 = Rp 22.810.000,-
Ikan Nila merah super ini paling mudah untuk di budidayakan serta bisa hidup di segala cuaca dan lingkungan lahan gambut dan payau, pemberian pakanpun tidak mengeluarkan modal banyak ,dan harga jualnya pun rumayan mengiyurkan, ikan Nila merah super ini memang lebih cepat panenya di bandigkan nila yang lain, tapi inilah peluang usaha investasi yang nyata dan telah terbukti hasilnya.sistem pemasaranya juga sangat mudah.
Jumat, 27 September 2013
IDUL ADHA PASTIKAN HEWAN QUR'BAN SEHAT BEBAS PENYAKIT
AWAS Anthraks
Penyakit Hewan yang Berbahaya Bagi Manusia
Anthraks adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri
Bacillus anthracis. Biasanya menyerang hewan menyusui (Sapi, Kambing atau domaba serta kuda dll) dan dapat menular
pada manusia. Gejala yang timbul bila menyerang manusia dapat terdeteksi
setelah terkontaminasi selama 7 hari, antara lain :
- Inhalation anthrax (terhirup) ; sulit bernapas, syok, bisa langsung mengakibatkan kematian,
- Cutaneous anthrax (kulit) ; radang pada kulit yang makin lama makin besar,
- Intestinal anthrax (usus) ; hilang nafsu makan, muntah, demam dan sakit perut, muntah darah, diare.
Belum lama ini media masa melaporkan delapan warga Desa Kadumangu,
Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dinyatakan positif terserang
penyakit anthraks, setelah mengkonsumsi daging kambing yang terjangkit
penyakit. Serangan penyakit ini diduga terjadi
ketika tetangga korban, Ny Omih (50) menyelenggarakan hajatan perkawinan
anaknya sekitar akhir Desember lalu. Saat itu Ny Omih menerima kambing
milik salah seorang menantunya bernama Izar. Kambing itu memang sudah
kelihatan sakit, jalannya sempoyongan. Daripada mubazir kambing itu
dipotong dan dagingnya dibagi-bagikan kepada para tetangga. Suminta yang
menerima daging kambing segera memotong-motongnya di rumah. Kemudian
Suminta segera menyerahkan kepada Titi untuk diolah lebih lanjut.
Penyakit ini baru dirasakan pada hari Jumat (3/1) lalu. Awalnya hanya
gatal-gatal biasa, tetapi tiba-tiba berdarah. Suminta menjelaskan, Saya enggak tahu kalau penyakit ini berbahaya. Biasanya gatal-gatal
kayak begini bisa cepat hilang tetapi tahu-tahu malah keluar darah hitam
sekali.
Media masa juga melaporkan kematian menimpa delapan warga Dusun
Lare, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat serangan anthraks.
Pemerintah setempat menjelaskan kematian tersebut diduga akibat serangan
bakteri anthraks, tetapi belum dibuktikan melalui pemeriksaan
laboratorium. Karena dari sekitar 500 penduduk desa tersebut yang
memakan daging kambing tidak semuanya meninggal. Penduduk meninggal
tidak bersamaan tetapi berselang beberapa waktu ada yang seminggu dan
ada yang dua minggu.
Kasus yang menimpa warga Bima NTB hampir sama dengan yang menimpa
warga Bogor. Kambing yang dipotong tersebut adalah kambing sakit, karena
mereka berpikir ketimbang kambing mati percuma lebih baik dipotong,
kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada penduduk. Pemerintah setempat
dari dua kasus ini masing-masing sudah mengirimkan sampel daging kambing
yang diduga penyebab serangan anthraks ini ke Balai Penelitian
Veteriner (Balitvet), Badan Litbang Pertanian di Bogor.
Penyakit anthraks adalah penyakit yang bisa bertahan lebih dari 10
tahun walaupun sudah dimusnahkan, karena itu pemerintah secara terus
menerus akan mengantisipasinya. Anthraks bisa hidup pada musim panas
yang kemudian disusul oleh musim hujan terus menerus.
Bakteri anthraks termasuk kuman tanah, spora dan bibit bakteri yang
sudah tertanam puluhan tahun di dalam tanah bisa aktif kembali bila
terbawa air hujan, menempel di rumput dan kemudian termakan oleh hewan
ternak. Kuman ini akan bergegas menyerang sel-sel darah, jaringan limfa,
dan hati hewan yang terinfeksi. Serangan anthraks pada hewan
berlangsung cukup cepat. Hanya dalam tempo 1-3 hari setelah terinfeksi,
hewan akan mengalami kejang, perdarahan hebat, dan mati. Lazimnya, hewan
yang sekarat akan mengeluarkan darah kehitaman dari lubang tubuhnya,
misalnya telinga, mulut, hidung, atau anus.
Demi mencegah penularan lebih lanjut, hewan yang positif terkena
anthraks sama sekali tak boleh dipotong. Prosedur standarnya hewan harus
dibakar dan jasadnya dikubur dengan kedalaman dua meter. Kuburan mesti
ditutup dengan semen, kapur dan bila perlu dicor dengan beton. Sementara
ternak yang masih sehat secepat mungkin diberi vaksin penangkal
anthraks.
Mengingat hari-hari belakangan ini masyarakat di Indonesia sedang
menunggu peringatan hari raya Idul Adha 1434 H, saat membeli dan memilih
hewan kurban perlu diperhatikan secara baik dan benar bahwa hewan yang akan dibeli benar-benar sehat tidak menunjukan gejala penyakit.
Adapun Gejala Umum Hewan Yang terkena penyakit :
- Gemetar / Tremor
- Kurus atau Lemah dan gelisah
- Nafas tidak teratur / Gangguan Pernafasan
- Nafsu makan menurun sampai tidak sama sekali
- Demam tinggi
Sesuai ajaran agama pilihlah hewan kurban yang Sehat, Gemuk dengan
ciri-ciri berpenampilan segar.
Sebaiknya penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan koordinasi
bersama RT, RW, dan kantor dinas peternakan setempat, supaya bisa
membantu memantau kesehatan dan kemanan hewan dan daging kurban.
Kiat-kiat lain yang dapat dilakukan tentu dengan memilih daging yang
sehat. Tandanya daging berwarna merah segar dan tidak suram atau layu
kehitaman. Selanjutnya meskipun telah dilakukan pemeriksaan hewan
semaksimal mungkin tak ada kelirunya jika anda menerapkan cara memasak
daging yang aman.
- Kuman anthraks secara teoritis bakal terbunuh tuntas bila dididihkan pada suhu 100 derajat Celcius selama sedikitnya 15 menit. Cara ini bisa dilakukan jika anda memasak gule, kare, soto, atau sop daging kambing atau sapi. Tetapi tidak demikian halnya dengan sate, yang kerap hanya matang dipermukaan.
Tak perlu panik jika ada sanak keluarga, kerabat anda yang terlanjur
terinfeksi anthraks. Antibiotik biasa misalnya penisilin, tetrasiklin,
doxycycline, dan fluoroquinolones cukup ampuh membunuh kuman yang
menginfeksi tubuh. Semakin dini pengobatan, semakin besar kemungkinan
sembuh total, hanya risiko kematian memang membayang jika pengobatan
tidak dilakukan sesegera mungkin. Mengenali gejala awal anthraks adalah
langkah yang amat penting dilakukan.
Sumber : Badan Litbang Kementrian Pertanian 2003
Rabu, 25 September 2013
MENANAM MELON BUAHNYA SANG RAJA
PETUNJUK TEKNIS TANAM MELON
Thu, 03/28/2013
I. PENDAHULUAN
1. Daerah Asal
Tanaman Melon ( Cucumis melo, L )
merupakan tanaman buah, dari familia Cucurbitae. Pada abad ke 14 melon
dibawa ke Amerika oleh Columbus, sampai akhirmya tersebar keseluruh
penjuru dunia terutama di daerah tropis dan sub tropis termasuk
Indonesia, karena mudah beradaptasi dan dapat di tanam di dataran rendah
dan tinggi. Tanaman melon akan menghasilkan dengan mutu yang baik,
tergantung dari : keuletan, ketekunan, kesabaran serta modal yang
tersedia, karena melon memerlukan perawatan khusus sesuai selera
konsumen.
Buah melon dimanfaatkan sebagai buah segar dengan kandungan vitamin yang cukup tinggi.
2. Sentra Penanaman
Sebelum tahun 1980, buah melon masih
diimpor, kemudian dicoba untuk dibudidayakan di Cisarua (Bogor) dan
Kalianda (Lampung). Selanjutnya melon berkembang di daerah- daerah
termasuk eks karesidenan Surakarta (Sragen, Sukoharjo, Boyolali,
Karanganyar dan Klaten)
II. SYARAT TUMBUH
1. IKLIM
• Angin yang bertiup cukup kencang, dapat merusak pertanaman, dapat mematahkan tangkai daun, tangkai buah bahkan batang tanaman.
• Hujan yang terus-menerus akan
menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan
kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi pathogen. Saat melon
menjelang panen, hujan dapat mengurangi kadar gula dalam buah.
• Tanaman memerlukan suhu untuk
perkecambahan 250 – 350 C. Untuk pertumbuhan : 200 – 300 C. Saat proses
pemasakan buah 260 C pada siang hari, dan 160 C pada malam hari. Tanaman
tidak dapat tumbuh apabila suhu < 180 C. Sehingga tanaman memerlukan
sinar matahari penuh 10 – 12 jam / hari selama pertumbuhannya.
• Kelembaban udara secara tidak langsung
mempengaruhi pertumbuhan, pada kelembaban yang tinggi, tanaman melon
mudah diserang penyakit. Kelembaban yang ideal antara 70 % - 80 %.
2. Ketinggian Tempat
Tanaman melon dapat tumbuh dengan baik
pada ketinggian 300 – 900 meter dari permukaan laut.Ketinggian > 900
meter tidak berproduksi secara optimal..
3. Media Tanaman
• Tanah yang baik untuk budidaya melon
adalah liat berpasir yang kaya bahan organik, dengan drainase yang baik
pula, sebab tanaman tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Pada
dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak, tetapi sebaiknya air dari
irigasi, bukan dari air hujan.
• Tanah yang baik untuk tanaman melon adalah bekas tanaman padi, jagung dan tebu.
• Tidak baik ditanam pada tanah yang asam secara terus-menerus. Melon akan tumbuh baik pada pH 5,8 – 7,2
III. PERSIAPAN TANAM
1. Persemaian benih
a. Cara dan waktu penyemaian
• Benih yang akan disemaikan, direndam
air selama 2 – 4 jam. Kemudian benih disemaikan pada plasttik yang telah
diisi tanah yang elah dicampur pupuk kandang (5 : 1)
• Benih disemai dalam posisi tegak dan
ujung calon akarnya menghadap ke bawah, kemudian ditutup dengan campuran
abu sekam dan ttanah (2 : 1 )
• Untuk merangsang perkecambahan benih,
dengan menciptakan suasana hangat, maka tutuplah permukaan persemaian
dengan karung goni basah. Apabila kecambah telah muncul ke permukaan
media semai (biasanya hari ke-3 atau ke -4) maka karung goni dapat
segera dibuka.
b. Pembuatan media semai
• Pembuatan media semai dengan mencampurkan tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan ( 1 : 1 : 1 )
2. Pemeliharaan persemaian
Benih yang disemai dalam polybag akan
tumbuh menjadi calon bibit haruslah dipelihara agar menjadi bibit melon
yang kekar dan sehat.
a. Cara dan waktu penyiraman
• Bibit disiram setiap hari, untuk
penyiraman digunakan tangki semprot. Apabila daun sejatti keluar, baru
penyiraman dapat dilakukan dengan gembor.
• Saat cuaca panas, tanah dalam polybag kering, mak a penyiraman perlu dilakukan pada sore hari.
b. Penjarangan
• Tujuan penjarangan untuk menyiapkan bibit yang sehat dan kekar siap untuk ditanam.
• Penjarangn dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit di lapangan.
c. Pemupukan di persemaian
• Untuk pertumbuhan vegetatip, bibit
dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung nitrogen
tinggi, saat bibit umur 7 – 9 hari settelah sebar, dengan konsenrasi 1 –
1,5 gram /liter air. (cukup satu kali)
• Pupuk akar tidak perlu, karena madia semai telah cukup subur.
3. Pemindahan bibit
Bibit melon dipindahkan ke lahan apabila
sudah berdaun 4 – 5 helai atau bibit telah berumur 10 – 12 hari.
Caranya kantong plastik disilet dengan cutter, jangan sampai akarnya
rusak, tanah sedikit dipadatkan dengan dikepal ttanagn, terus bibit
ditanam pada bedengan.
4. Pengolahan media tanam / Pembukaan lahan
a. Pembajakan : lahan yang akan dibajak harus digenangi air, selama semalam, cukup sekali bajak dengan kedalaman 30 cm.
b. Setelah laahan dibajak semua, kemudian dibuat bedengan-bedengan tanam.
5. Pembuatan bedengan tanam
• Ukuran bedengan adalah : lebar (100 –
110 cm ), Tinggi (30 – 50 cm), Panjang maksimum (12 – 15 m ), lebar
parit/saaluran (55 – 65 cm).
• Pada musim hujan, tinggi bedengan 50
cm, agar perakaran tanaman tidak terndam air hujan, dan di musim kemarau
tinggi bedengan cukup 30 cm.
• Setelah bedengan jadi, taburlah pupuk kandang, pupuk kimia (Urea, SP-36, KCl) diaduk secara merata.
6. Pengapuran
• Sebelumnya dilakukan pengukuran pH dengan alat pH meter. Diambil 10 tittik sebagai sampel kemudian dihiung pH rata-rata.
• Setelah diperoleh pH ratta-rta dilakukan pengapuran dengan Dolomit ( MgCO30 atau kapur tanaman (CaCO3) dengan ukuran :
a. pH 5,4 : jumlah kapur 3,60 ton/ha
b. pH 5,6 : jumlah kapur 2,65 ton/ha
c. pH 6,1 – 6,4: jumlah kapur < 0,75 ton/ha
7. Pemasangan mulsa plastik hiam-perak (PHP)
• Sebelum pemasangan mulsa PHP, bedengan
diairi (dileb) agar tanahnya lunak. Pemasangan mulsa sebaiknya
dilakukan pada siang hari, agar plastik mudah ditarik dan merata.
• Caranya : warna perak di atas dan
warna hiam di bawah, diperlukan 2 orang untuk memasang satu bedengan.
Tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan, kaitkan salah satu ujungnya
pada bedengan menggunkan penjepit mulsa dari tutus bambu agar lebih
kuat. Setelah kedua ujung mulsa
terkait, dengan cara bersamaan tariklah
mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan terus
dijepit dengan pasak tutus bambu.
• Setelah selesai pemasangan mulsa,
bedengan dibiarkan 3 – 5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Tujuannya
agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia
bagi akar tanaman.
8. Pembuatan lubang tanam
Untuk membuat lubang tanam dengan
menggunakan alat khusus berdiameter + 8 cm, dibuat sedemikian rupa
hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi
mulsa dengan cepat. Sekaligus jarak lubang disesuaikan jarak tanam yaitu
70 x 60 atau 80 x 60 cm.
9. Cara penanaman
• Setelah bibit di persemaian berdaun 2 – 3 lembar, (umur + 15 hari) bibit siap ditanam.
• Untuk memudahkan penanaman, maka saluran antar bedengan diairi dahulu.
• Bibit dikeluarkan dari polybag dengan
disilet (catter) jangan sampai akarnya rusak, diletakkan pada lubang
yang telah ditugal, penanaman dilakukan dengan posisi + 2 cm lebih
dalam dari leher akar semula.
IV. PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan dalam waktu 2
minggu setelah tanam, Dan dilakukan pada sore hari, selama 3 – 5 hari
karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman yang perlu
disulam. Bibit sulaman baru harus disiram air agar akarnya melekat.
2. Penyiangan
Pada budidaya melon sistem mulsa,
penyiangan dilakukan pada lubang tanam di antara dua bedengan. Gulma
yang tidak dibersihkan menyebabkan lingkungan tanaman menjadi lembab,
sehingga merangsang adanya penyakit. Gulma juga dapat sebagai inang hama
dan nematode yang merugikan.
3. Pemupukan
Pemupukan diberikan tiga kali yaitu :
pertama 20 hari setelah tanam, kedua 40 hari setelah tanam (ketika akan
melakukan penjarangan buah) ketiga 60 hari setelah tanam.
Dosis pupuknya sebagai berikut :
• Pupuk dasar :
Urea : 440 kg/ha
SP-26 : 120 kg/ha
KCl : 440 kg/ha
Pupuk kandang : 10 ton/ha
• Pupuk susulan I :
Urea : 330 kg/ha
SP-36 : 220 kg/ha
KCL : 160 kg/ha
• Pupuk susulan II
Urea : 220 kg/ha
SP-36 : 550 kg/ha
KCl : 160 kg/ha
• Pupuk susulan III
Urea : 440 kg/ha
4. Pengairan
• Tanaman melon menghendaki udara yang
kering untuk pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan
dilakukan pada sore atau malam hari.
• Tanaman disiram sejak masa pertumbuhan
sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air
membasahi daun dan buahnya, untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang
berasal dari percikan terutama jamur.
• Masa berbunga dan berbuah, penyiraman
dikurangi (+ 2 minggu), tetapi saluran air/got tidak boleh kering.
Mendekati pemetikan buah ( 2 minggu sebelum panen) siraman air
dihentikan.
5. Pemeliharaan lain
a. Pemasangan ajir
Tanaman melon mempunyai jumlah cabang antara 15 – 20. Maka setelah tanaman mengeluarkan sulur segera diberi ajir.
Ajir atau tongkat dari bilahan bambu,
untuk rambatan sulur kira-kira tingginya 50 cm. dipasang setelah
selesai membuat pembumbunan. Tinggi ajir 1,5 – 2 meter, dengan jarak 25
cm dari pinggir guludan kanan maupun kiri. Penancapannya agak menyilang
kedalam ( 2 ajir ditali) dan digapit kuat.
b. Pemangkasan
Setelah tanaman berdaun 7 – 8 helai
mulailah diadakan pemangkasan. Tunas yang tumbuh pada ketiak daun
pertama sampai kelima dipangkas.
Tunas yang tumbuh setelah ruas ke-8 dipangkas dengan tetap menyisakan 2 helai daun.
Bila batang utama sudah mencapai 20 –
25 ruas, lakukan pangkas pucuk. Waktu yang tepat untuk melakukan
pemangkasan adalah saat udara cerah dan kering.
c. Seleksi dan pembungkusan buah
Pelihara 3 – 4 calon buah pada setiap tanamaan, terutama yang tumbuh pada cabang ke 10 sampai ke 17.
Setelah calon buah sebesar telur ayam,
pilih 2 calon buah yang paling baik/bagus yaitu yang berbentuk bulat
agak lonjong, sedangkan sisanya dibuang .
Kemudian bungkuslah buah tersebut dengan kantong plastik transparan, agar tidak terserang hama lalat buah.
Bila buah sudah sebesar bola tenis, cabang buahnya diikat pada ajir dengan tali rafia.
V. HAMA DAN PENYAKIT
A. H a m a
1. Kutu Aphids (Aphis gossypii G )
• Ciri : hama ini mengeluarkan getah
cairan yang mengandung madu dan jika dilihat dari kejauhan mengkilat.
Aphids muda berwarna kuning, yang dewasa mempunyai sayap berwarna agak
kehitaman.
• Gejala serangan : daun menggulung dan pucuk tanamaan menjadi kering akibat cairan daun dihisapnya.
• Pengendalian : tanaman yang terserang
harus disemprot dengan insektisida yang berganti-ganti. Penyemprotan
dilakukan pagi hari, setiap 3 -5 hari sekali. (Insektisida Perfekthion
400 EC) konsentrasi sesuai petunjuk. Gulma sebagai inang hama harus
diberesihkan.
2. Thrips (thrips parvispinus K )
• Ciri : hama menyerang mulai fase
pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan, dan
thrips dewasa berwarna coklat kehitaman. Berkembang biak secara cepat
secara parthenogenesis. Biasanya serangan mengganas di musim kemarau.
• Gejala : daun-daun muda dan
tunas-tunas baru menjadi keriting, dan bercaknya kekuningan, tanaman
kerdil serta tiddak dapat membentuk buah secara normal.
• Pengendalian : dengan insektisida kontak 3 – 4 hari sekali
B. Penyakit
1. Layu bakteri
• Penyebab : bakteri Erwinia tracheiphila. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng.
• Gejala : daun dan cabang layu dan
terjadi pengkerutan pada daun, warna daun menguning, mongering akhirnya
mati. Daun layu satu persatu, meskipun warnanyya tetap hijau, baru
tanaman layu secara keseluruhan. Apabila batang dipotong melintang, akan
mengluarkan lender putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik
seperti benang.
• Pengendalian : Benih direndam dalam
bakterisida Agrimycin (Oxytetracycline dan strepotomycin ) dengan
konsentrasi 1,2 gram/liter.
2. Penyakit busuk pangkal batang
• Penyebab : cendawan Mycopharkka melonis .
• Gejala : pangkal batang yang terserang
mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lender berwarna
coklat dan kemudian tanaman layu dan mati. Daun yang terserang akan
mongering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek
apabila diterpa angin.
• Pengendalian : Daun-daun yang
terserang dibersihkan, kemudian disemprot dengan fungisida Derasol 500
SC, konsentrasi 1 – 2 cc/liter air. Pagkal batang yang terserang dioles
dengan larutan fungisida Calixin 750 EC konsentrasi 5 cc/liter.
VI. P A N E N DAN PASCA PANEN
A. PANEN
Ciri-ciri atau tanda buah yang telah siap panen atau masak :
• Saat buah masak, warna kulit berubah dri hijau muda kekuning-kuningan atau tergantung jenisnya.
• Pada jenis yang ber-net, net telah penuh dan sempurna, aroma wangi dengan kematngan 90 %.
• Terbentuk lapisan pemisah pada tangkai buah atau cincin
• Sekitar tangkai dan kelopak mulai menguning, disekitar bila ditekan agak lunak.
• Biasanya buah melon dapat dipetik setelah umur 3 bulan setelah tanam, tergantung jenisnya, dan tinggi tempat.
B. Cara panen
• Potong tangkai buah melon dengan pisau tajam, sisakan minimal 2 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
• Tangkai dipotong berbentuk hurub “ T”
maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan
tangkai daun yang telah dipotong daunnya.
• Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
C. Periode panen
• Seandainya dalam jangka waktu 3 – 5
bulan mendatang harga melon diramalkan akan jatuh, maka alernatif untuk
rotasi tanaman bekas melon untuk tanam cabai. Karena lahan yang tersedia
tidak perlu diubah, maka mulsa plastik dibuka dan pemupukan untuk cabe
dapat dilakukan.
• Bila dalam waktu 4 bulan berikutnya
ramalan harga melon akan meningkat, maka lahan bekas ditanami padi lebih
baik, karena dapat memutus siklus hama dan penyakit pada tanaman melon.
D. Pasca panen
• Buah melon yang telah dipanen
dikumpulkan pada suatu tempat yang kering, sejuk dan diberi alas jerami,
dan segera disortir (grading)
• Bila akan diangkut jarak jauh, buah
perlu diberi alas dan kotak, agar mengurangi kerusakan akibat terbentur,
cacat fisik, untuk konsumsi pasar swalayan.
Selasa, 24 September 2013
SARANG WALET BISNIS AIR LIUR YANG MENGGIURKAN
BUDIDAYA BURUNG WALET
( Collacalia fuciphaga )
( Collacalia fuciphaga )
1. SEJARAH SINGKAT
Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang
bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya
cepat dengan ukuran tubuh sedang/kecil, dan memiliki sayap berbentuk
sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga
paruhnya dan jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon. Burung
walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang
cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan langit-langit
untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.
2. SENTRA PETERNAKAN WALET
Sentra Peternakan burung Walet banyak terdapat di
Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah
Propinsi Jambi Termasuk diantaranya sentra Peternakan Walet di sumatera
Propinsi Jambi Termasuk diantaranya sentra Peternakan Walet di sumatera
3. JENIS
Klasifikasi burung walet adalah sebagai berikut:
- Superorder : Apomorphae
- Order : Apodiformes
- Family : Apodidae
- Sub Family : Apodenae
- Tribes : Collacaliini
- Genera : Collacalia
- Species : Collacaliafuciphaga
4. KEGUNAAN / MANFAAT
Hasil dari peternakan walet ini adalah sarangnya yang
terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet ini selain mempunyai
harga yang tinggi, juga dapat bermanfaat bagi duni kesehatan. Sarang
walet berguna untuk menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan
peredaran darah dan penambah tenaga.
5. PERSYARATAN LOKASI
Persyaratan lingkungan lokasi kandang adalah:
- Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
- Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi
dan perkembangan masyarakat.
- Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
- Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat.
- Penyiapan Sarana dan Peralatan
- Suhu, Kelembaban dan Penerangan
Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %. Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan:- Melapisi plafon dengan sekam setebal 2° Cm
- Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
- Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L”
yang berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm.
- Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak
terpakai.
- Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang
berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga
keadaan dalam gedung akan lebih gelap. Suasana gelap lebih
disenangi walet.
- Melapisi plafon dengan sekam setebal 2° Cm
- Bentuk dan Konstruksi GedungUmumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10x15 m 2 sampai 10x20 m 2 . Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Untuk mengurangi bau semen dapat disirami air setiap hari. Kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibuat dari kayu-kayu yang kuat, tua dan tahan lama, awet, tidak mudah dimakan rengat. Atapnya terbuat dari genting. Gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar-putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20x20 atau 20x35 cm 2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur dan dinding lubang dicat hitam.
- Pembibitan
Umumnya para peternak burung walet melakukan dengan tidak sengaja. Banyaknya burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut. Untuk memancing burung agar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet. Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.- Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara untuk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari wuara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00–18.00, yaitu waktu burung kembali mencari makan.
- Perawatan Bibit dan Calon IndukDi dalam usaha budidaya walet, perlu disiapkan telur walet untuk ditetaskan pada sarang burung sriti. Telur dapat diperoleh dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan “panen cara buang telur”. Panen ini dilaksanakan setelah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.
- Memilih Telur Walet
Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :
- Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka
induk berumur 0–5 hari.
- Putih kemerahan, berumur 6–10 hari.
- Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas
berumur 10–15 hari.
Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014x1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai
kantung udara yang relatif kecil. Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur harus ada ditengah dan tidak bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.
- Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka
induk berumur 0–5 hari.
- Membawa Telur WaletTelur yang didapat dari tempat yang jaraknya dekat dapat berupa telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari jarak jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas. Telur disusun dalam spon yang berlubang dengan diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian ditutup.
Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir 80% sedangkan telur tua lebih rendah.
- Memilih Telur Walet
- Penetasan Telur Walet
- Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.
Pada saat musim bertelur burung sriti tiba, telur sriti diganti dengan telur walet. Pengambilan telur harus dengan sendok plastik atau kertas tisue untuk menghindari kerusakan dan pencemaran telur yang dapat menyebabkan burung sriti tidak mau mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pada siang hari saat burung sriti keluar gedung mencari makan. Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami oleh burung sriti dan setelah menetas akan diasuh sampai burung walet dapat terbang serta mencari makan.
- Menetaskan telur walet pada mesin penetas
Suhu mesin penetas sekitar 40 ° C dengan kelembaban 70%. Untuk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air didalam cawan tersebut tidak habis. Telur-telur dimasukan ke dalam rak telur secara merata atau mendata dan jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang embrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12. Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13–15
hari telur akan menetas.
- Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.
- Pemilihan Bibit dan Calon Induk
- Pemeliharaan
- Perawatan Ternak
Anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendir perlu disuapi dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dengan cara membuka lubang udara mesin. Setelah berumur ± 10 hari saat bulu-bulu sudah tumbuh anak walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dengan alat pemanas yang diletakan ditengah atau pojok kotak. Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian dletakan dalam rak untuk pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.
- Sumber Pakan
Burung walet merupakan burung liar yang mencari makan sendiri. Makanannya adalah serangga-serangga kecil yang ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Untuk mendapatkan sarang walet yang memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:- menanam tanaman dengan tumpang sari.
- budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
- membuat kolam dipekarangan rumah walet.
- menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
- menanam tanaman dengan tumpang sari.
- Pemeliharaan Kandang
Apabila gedung sudah lama dihuni oleh walet, kotoran yang menumpuk di lantai harus dibersihkan. Kotoran ini tidak dibuang tetapi dimasukan dalam karung dan disimpan di gedung.
- Perawatan Ternak
- Tikus
Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman.
Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
- Semut
Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur.
Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas. - Kecoa
Binatang ini memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna.
Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.
- Cicak dan Tokek
Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet.
Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.
Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya
sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu
cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi
mutu sarang walet yang baik. Jika terjadi kesalahan dalam menanen
akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri. Ada
kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk
mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui
teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat
dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:
- Panen rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walrt karena tidak ada peremajaan. Kondisinya lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.
- Panen Buang TelurCara ini dilaksanankan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.
- Panen Penetasan
Pada pola ini sarang dapat dipanen ketika anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat.
Adapun waktu panen adalah:
- Panen 4 kali setahun
Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.
- Panen 3 kali setahun
Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.
- Panen 2 kali setahun
Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet.
9. PASCAPANEN
Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan
dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan
dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan
antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA / ANALISA USAHA
- Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya burung walet di daerah Jawa Barat tahun 1999:- Modal tetap
- Gedung Rp. 13.000.000,-
- Renovasi gedung Rp. 10.000.000,-
- Perlengkapan Rp. 500.000,-
Jumlah modal tetap Rp. 23.500.000,-
Biaya penyusutan/bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bln ( 5 th) Rp. 391.667,-
- Modal Kerja
- Biaya Pengadaan
- Telur Walet 500 butir @ Rp. 5.000,- Rp. 500.000,-
- Transportasi Rp. 100.000,-
- Makan Rp. 50.000,-
- Biaya Kerja
- Pelihara kandang/bln@ Rp. 5000,- x 3 bln Rp. 15.000,-
- Panen Rp. 20.000,-
Jumlah biaya 1x produksi:Rp. 650.000,-+Rp. 35.000,- Rp. 685.000,-
- Biaya Pengadaan
- Jumlah modal yang dibutuhkan pada awal Produksi
- Modal tetap Rp. 13.500.000,-
- Modal kerja 1x Produksi Rp. 685.000,-
Jumlah modal Rp. 14.185.000,-
- Kapasitas produksi untuk 5 tahun 1 kali produksi :
- sarang burung walet menghasilkan 1 kg
- sarang burung sriti menghasilkan 15 kg
- untuk 1 tahun, 4 kali produksi, menghasilkan :
- sarang burung walet 4 kg
- sarang burung sriti 60 kg
- sarang burung walet 4 kg
- untuk 5 tahun, 20 kali produksi, menghasilkan :
- sarang burung walet 20 kg
- sarang burung sriti 300 kg
- sarang burung walet 20 kg
- sarang burung walet menghasilkan 1 kg
- Biaya produksi
- Biaya tetap per bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bulan Rp. 391.667,-
- Biaya tidak tetap Rp. 685.000,-
Total Biaya Produksi per bulan Rp. 1.076.667,-
Jumlah produksiRp.1.076.667:16 kg (walet dan sriti) Rp. 67.292,-
- Penjualan
- sarang burung walet 1 kg Rp. 17.000.000,-
- sarang burung sriti 15 kg Rp. 3.000.000,-
Untuk 1 kali produksi Rp. 20.000.000,-Untuk 5 tahun
- sarang burung walet 20 kg Rp. 340.000.000,-
- sarang burung sriti 300 kg Rp. 60.000.000,-
Jumlah penjualan Rp. 400.000.000,-
- Break Even Point
- Pendapatan selama 5 Tahun Rp. 400.000.000,-
- Biaya produksi selama 5 th Rp. 1.076.667 x 60 bln Rp. 64.600.000,-
- Keuntungan selama 5 tahun Rp. 335.400.000,-
- Keuntungan bersih per produksi 335.400.000 : 60 bln Rp. 5.590.000,-
- .BEP 232.919
- Tingkat Pengembalian Modal 3 bulan (1 x produksi)
- Modal tetap
- Gambaran Peluang Agribisnis
Sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Hal ini disebabkan oleh masih kurang banyaknya budidaya burung walet. Selain itu juga produksi sarang walet yang telah ada merupakan produksi dari sarang-sarang alami. Budidaya sarang burung walet sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik dan intensif.
- Chantler, P. & G. Driessens. Swift : A guide to the Swift an Treeswift of the World. Pica Press, the Banks. East Sussex, 1995.
- Mackinnon, John. Panduan Lapangan Pengenalan Burung-Burung
di Jawa dan Bali. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994.
- Nazaruddin & A. Widodo. Sukses Merumahkan Walet. Cet. 2.
Jakarta: Penebar Swadaya, 1998.
- Tim Penulis PS. Budidaya dan Bisnis Sarang Walet. Cet. 4. Jakarta:
Penebar Swadaya, 1994.
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas
CARA TANAM PALA / NUTMEG Myristica fragrans Houtt
CARA TANAM PALA
Syarat Tumbuh
Tanaman Pala memerlukan iklim yang agak konstan terutama pada masa pertumbuhan. Keadaan iklim dipengaruhi oleh beberapa unsur lainnya seperti : Curah hujan, Angin dan ketinggian tempat.
Syarat Tumbuh
Tanaman Pala memerlukan iklim yang agak konstan terutama pada masa pertumbuhan. Keadaan iklim dipengaruhi oleh beberapa unsur lainnya seperti : Curah hujan, Angin dan ketinggian tempat.
- Curah Hujan : Banyaknya curah hujan berkisar 2.000 – 3.000 mm/tahun dengan 108 – 180 hari / hujan
- Temperatur/Suhu : Antara 18º - 34º C.
- Tanah: Subur, gembur, banyak mengandung humus, drainase baik, pH tanah 5,5 – 6,5 dengan struktur tanan lempung berpasir.
- Ketinggian tempat: Tumbuh dan berproduksi / berbuah dengan baik pada ketinggian 0 – 700 meter dpl (diatas permukaan Laut)
- Jarak tanam 9 X 9 m atau 7 x 7
- Ukuran lubang tanam 50 X 50 X 50 cm dan 70 X 70 X 0 cm bagi tanah yang berstruktur liat.
- Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1 – 2 bulan sebelum penanaman.
- Tanah lapisan atas dan tanah lapisan bawah dipisahkan.
- Tanah bagian atas dicampur pupuk kandang kemudian dimasukan ke lubang bagian A
- Tanah bagian bawah dicampur pupuk kandang kemudian dimasukan ke lubang bagian B
- Tanah campuran pupuk kandang dibongkar sesuai dengan ukuran polybag
- Bibit dimasukan ke dalam lubang, kemudian Plastik polybag disayat dengan pisau.
- Bibit ditahan dengan kayu dari
tiga arah guna menjaga tidak roboh oleh angin
- Penyiraman bibit jika kemarau atau disesuaikan dengan curah hujan.
- Penyiangan atau pembersihan dari rumput disekeliling tanaman dilaksanakan antara 1 – 2 bulan setelah tanam dan selanjutnya dilaksanakan 6 bulan sekali.
- Penanaman pohon pelindung untuk penahan dari angin dengan jarak 40 m dari tanaman pala.
- Penggemburan tanah dilakukan disekitar tanaman.
- Pembuatan rorak sebagai tempat penyimpanan daun yang kering dan yang gugur.
- Pemupukan tanaman sebaiknya dilakukan sesuai dengan jenis tanah adalah sebagai berikut :
Jenis Tanah
|
Jenis dan dosis pupuk/phn/thn
|
||
Urea
|
SP 36
|
KCL
|
|
Latosol
Andosol
Podzolik
|
600
gr
550
gr
750
gr
|
600
gr
550
gr
550
gr
|
600
gr
400
gr
800
gr
|
Pengendalian Hama dan Penyakit Serta Gulma/Rumput
- Penggerek batang dikendalikan dengan menutup lubang gerekan dengan insektisida Dimecron 50 EC, tamaron 50 EC, dosis 2 cc/lt air sebanyak 10 cc/pohon.
- Pengendalian rayap pada pangkal batang dapat dicegah dengan pembersihan kebun (sanitasi). Penangulangan dapat dengan menyemprotkan larutan Diazinon pada bagian yang terserang.
- Penyakit terbelah putih. Gejala serangan adalah bercak kecil berwarna ungu kecoklatan dibagian luar daging buah menjadi lunak dan hitam, daging buah terbelah dan gugur. Pengendalian dengan drainase di bagian bawah pohon.
- Pengendalian Rumput/Gulma dengan cara mencabut rumput yang tumbuh sekitar tanaman pala
Panen Muda untuk keperluan Penyulingan Minyak Atsiri
Biasanya dipanen Pala
sebelum matang / merekah dimana buah pala sudah menunjukan tua
Panen Tua
Tanaman
pala mulai menghasilkan pada umur 6 – 10 tahun. Kriteria panen ditandai dengan merekahnya
buah, berarti buah sudah cukup tua. Umur produktif Tanaman Pala (produksi maksimal pada umur 25 – 60
tahun), produksi konversi antara 1.500 – 2.000 buah/pohon/tahun, 8 kg. buah
kering atau 1,6 kg fully. Perbandingan biji dengan fully 4 : 1
Pasca Panen
Pasca Panen
- Pemisahan biji dan daging buah, keringakan dan dijemur 10 – 15 hari.
- Fully dilepaskan dari biji kemudian dihamparkan di atas tampir (dikering anginkan).
- Panaskan atau layukan kemudian dipipihkan dan dijemur 2 atau 3 hari.
- Dari daging buah dapat dijadikan manisan, asinan sirup atau zeam.
- Dari biji pala dapat diambil minyaknya untuk bahan industri, obat-obatan dengan kadar minyak sekitar 8 – 10 %
- Kadar minyak dari fully sekitar 15 %
Pemasaran
Hasil
Dapat dipasarkan ke pasar local atau eksport (Eropa atau Amerika)
Dapat dipasarkan ke pasar local atau eksport (Eropa atau Amerika)
Langganan:
Postingan (Atom)





