1. UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan
2. PP No 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan
3. Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2005 tentangKeamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik
4. Permentan No.07/Permentan/OT.140/1/2008 Syrat Pemasukan & pengeluaran Bibit Ternak Potong
5. Permentan No 13/Permentan/OT.140/2/2008 Persyaratan Pihak Lain Melakukan Tindak Karantina
6. Permentan No 13/Permentan/OT.140/1/2010 Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia
7. Permentan No 34/Permentan/OT.140/7/2006 Persyaratan Penetanapan Instalasi Karantina Hewan
8. Permentan No 37/Permentan/OT.140/3/2014 Tindakan Karantina Pmasukan&Pengeluaran Unggas
9. Permentan No.62/Permentan/OT.140/12/2006 Tindakan Karantina terhadap Obat Hewan /Biologik
10. Keputusn Menteri Pertanian No 444/Kpts/TN.540/7/2002. Pulau Lombok NTB Bebas Brucellosis
11. Kep Menteri Prtanian No 3238/Kpts/PD.630/9/2009 Penggolongan Jenis HPHK (Gol I dan gol II)
12. Kep Menteri Pertanian No 367/Kpts/PD.640/7/2003 Ttg Papua Bebas dari Penyakit Anthrax
13. Permentan No 44/Permentan/OT.140/3/2104 Ttg Tempat2 Pemasukan dan Pengeluaran Karantina
14. Kep Kepala Badan Karantian Pertanian ttg Kategori Tingkat Resiko Media Pmbawa Hphk&Optk
15. Dst ada di Website ini : Peraturan Badan Karantina Pertanian
16. Tambahan Pengetahuan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Rabies
Dan Dialah (Alloh)yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhan maka Kami jadikan tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau buah yang banyak; ...Perhatikanlah di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda2 (Kebesaran Alloh) bagi orang2 yang beriman. Surah Al-an'am :99
Rabu, 13 Agustus 2014
Senin, 11 Agustus 2014
TIPS MEMBEDAKAN DAGING SAPI DAN DAGING CELENG
Konsumsi perkapita masyarakat akan daging semakin tinggi tak terkecuali dengan daging sapi sehingga memicu tingginya harga daging sapi tersebut karena permintaan yang banyak tersebut tentunya harga daging sapi dipasaran sangat tinggi, sedangkan pemerintah mengeluarkan peraturan terkait pembatasan impor sapi guna menstimulasi pertumbuhan sapi didalam negeri.
kewaspadaan masyarakat akan peredaran daging sapi palsu atau daging sapi campur daging babi mutlak diperlukan dan diketahui.
Berikut ini Tips membedakan Daging Sapi dan daging Babi :
kewaspadaan masyarakat akan peredaran daging sapi palsu atau daging sapi campur daging babi mutlak diperlukan dan diketahui.
Berikut ini Tips membedakan Daging Sapi dan daging Babi :
|
Indikator
|
Daging Sapi
|
Daging babi/celeng
|
Modus Kamuflase
|
|
1.
Warna
|
Lebih Merah
|
Kurang Merah/Pucat
|
Darah sapi dilumurkan sehingga warna dan bau
daging babi sama dengan daging sapi
|
|
2.
Serat Daging
|
Tegas dan Padat
|
Serat daging babi Halus dan Mudah dipisahkan
|
-
|
|
3.
Tekstur
|
Daging Sapi lebih padat kaku dan berbentuk dengan
lemak daging sapi agak kering dan berserat
|
Tekstur daging celeng lembek dan mudah
diregangkan, lemak sangat basah, sulit dilepas daridagingnya dan lebih
elastis
|
-
|
|
4.
Aroma/Bau
|
Bau Khas daging sapi
|
Berbau anyir
|
Pelumuran darah sapi pada daging babi celeng
|
Unntuk membedakan antara daging
sapi dan daging celeng pada produk makanan supaya lebih meyakinkan dapat
dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium, juga untuk mendeteksi daging babi
yang udah diolah atau dicampur seperti bakso juga perlu dilakukan uji laboratorium.
Rabu, 16 Juli 2014
PETANI TAHUN 2015 DALAM KOMUNITAS MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
Naik Turunnya Pendapatan perkapita masyarakat di
Negara Kesatuan Republik Indonesiadan semakin tingginya frekuensi arus
perdagangan global, tentu telah membuat kemajuan diberbagai sektor pembangunan
tidak terkecuali pertanian. pertanian telah membuktikan tahan terhadap krisis
globa.
Sumber Sinar Tani Edisi tanggal 11 -17 juni 2014
NTP atau Nilai Tukar Petani secara nasional pada Mei 2014 mencapai 101,88 atau
meningkat 0,08 %, NTP hanya memaparkan secara global tentunya NTP
masising-masing petani berbeda-beda dan juga petani didaerah yang berbeda
tentunya NTP nya berbeda pula beberapa faktor tentunya yang membedakan
diantaranya jumlah skala usaha pertanian atau luas lahan yang dimiliki, jenis
usaha pertanian apakah tanaman, peternakan atau perikanan tanaman juga dibagi
menjadi tanaman holtikutra atau sayuran, tanaman buah-buahan dan tanaman
tahunan atau perkebunan.. begitu juga peternakan ada peternakan unggas kecil
unggas besar, ruminansia kecil dan ruminansia besar.
Masyarakat khususnya petani siap atau tidak siap
pasti menjadi salah satu komunitas atau suatu elemen yang ikut tergabung
didalamnya, apakah sarana prasarana, jalan jembatan agro market atau pasar
pertanian telah mendukung tentunya semua harusnya sudah ada plan yang terarah
dan terukur... tergabung dalam komunitas asean semoga dapat membuka
action-action pelaku usaha dibidang pertanian untuk memasarkan produk-produk
lokal asal petani sehingga ekonomi pmasyarakat petani indonesia dapat terangkat
seiring makin luasnya pasar dan harapan nya tentu produk tersebut dapat
bersaing dipasaran.
Minggu, 22 Juni 2014
PERTANIAN DAN KESEJAHTERAAN
Total masyarakat indonesia yang menggantungkan
hidup dibidang pertanian menurut Sesus Penduduk Badan Pusat statistik ( BPS )
Tahun 2012 berjumlah 41,20 juta orang dari 112,80 juta orang angkatan kerja.
Faktual, hingga kini sektor pertanian tetap menjadi kantong kemiskinan. BPS
mencatat, pada Maret 2012 sekitar 63 persen (18,48 juta orang) dari 29,13 juta
penduduk miskin negeri
ini tinggal di pedesaan. Mudah diduga, sebagian besar mereka adalah petani dan
buruh tani. Pada Maret 2011, misalnya, rumah tangga miskin dengan sumber
penghasilan utama dari sektor pertanian mencapai 71,26 persen menurut catatan
BPS. Karena itu, sektor pertanian sebetulnya merupakan kunci utama keberhasilan
pengentasan masyarakat miskin di negeri ini. Rumusnya sederhana, jika kondisi
kesejahteraan petani dan buruh tani semakin baik, dapat dipastikan jumlah
penduduk miskin akan berkurang secara signifikan.
Begitu besarnya jumlah masyarakat yang menopang
hidup dari sektor ini perlu kiranya manajemen pengelolaan yang baik dari
pemerintah sebagai penentu kebijakan sehingga tingkat ekonomi masyarakat yang
bergantung pada pertanian setidaknya dapat terangkat, Perlu kita ketahui
bersama di beberapa negara maju penduduknya yang bergantung pada bidang
pertanian mendapatkan pendapatan yang tinggi dengan dukungan kebijakan
pemerintahannya seperti amerika penghasil kedelai, brazil penghasil karet
begitu juga negara - negara seperti jepang yang mempunyai keunggulan teknologi
sehingga menempatkan petani sebagai orang berdasi
Dari waktu kewaktu, tahun ganti tahun pertanian
hanya merupakan sektor yang semakin tidak diminati para pelaku usaha terutama
kaum muda, dari sini merupakan salah satu indikator bahwa ada yang salah kenapa
sektor ini minim peminat, semakin banyak nya hasil riset yang
menghasilkan teknologi budidaya ataupun teknologi pengolahan juga
teknologi dibidang pertanian lainnya tetap saja sektor ini tidak meningkat
kalah telak dengan sektor industri dan properti yang terus menggerus
lahan-lahan produktif pertanian.
Pemimpin bangsa perlu kirannya merasakan betapa
susah mereka para petani yang sekarang sering kita jumpai mereka bertani
mengandalkan kemampuan apa adanya, lahan seadanya, pupuk seketemunya karena
langka, jg musim atau cuaca yang tak menentu diperparah sistem irigasi yang
sudah lapuk dan rusak dimakan waktu.. indonesia sebagai negeri agraris dengan
luas lahan yang sangat luas berbagai jenis flora dan fauna yang banyak perlu
kiranya dapat mensejahterakan penduduknya… dan merubah cara pandang masyarakat
bahwa pertanian pasti bisa membawa kesejahteraan sehingga para petani siap
menyambut perdagangan bebas Asean atau sering disebut masyarakat Ekonomi Asean
(MEA) Jangan sampai kita kecewa pada saatnya nanti orang Negeri tetangga sukses
bertani dinegeri sendiri…. dengan masyarakat indonesia hanya menjadi buruh atau
pekerjanya saja….
Kamis, 10 April 2014
DI NEGERI AMPLOP
DI NEGERI AMPLOP
Amplop-amplop di negeri amplop
Mengatur dengan teratur
Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
Amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(oleh: KH. Mustofa Bisri)Lebih akrab dengan sebutan Gus Mus
Amplop-amplop di negeri amplop
Mengatur dengan teratur
Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
Amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(oleh: KH. Mustofa Bisri)Lebih akrab dengan sebutan Gus Mus
Kamis, 27 Maret 2014
Senin, 24 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


